Showing posts with label Pengantar Ekonomi Makro. Show all posts
Showing posts with label Pengantar Ekonomi Makro. Show all posts

Thursday, July 4, 2013

[TUGAS] Latihan Soal Pengantar Ekonomi Makro Semester 2


[TUGAS] Latihan Soal Pengantar Ekonomi Makro Semester 2

Soal no 01
Kita telah ketahui bahwa baru-baru ini pemerintah telah menaikkan harga BBM dari Rp. 4500 / liter menjadi Rp. 6500 / liter.
Tunjukkan dengan gambar kurva sesuai analisa AD-AS bahwa kenaikan harga BBM tersebut akan berdampak pada :
  1. Pendapatan Nasional
  2. Ekspor dan Impor
  3. Investasi
  4. Konsumsi 
 Bagaimana kesimpulannya, positif dan negatifnya dari kenaikan harga BBM tersebut.

Soal no 02
Jika pemerintah mengambil kebijakan menaikkan uang beredar, maka tunjukkan dengan grafik analisa AD-AS bahwa :
  1. Dampak terhadap konsumsi
  2. Dampak terhadap Investasi
  3. Kebijakan ikutan yang harus dilakukan oleh pemerintah
  4. Bagaimana dampak, positif dan negatifnya dari kebijakan ikutan tersebut.

Soal no 03
Salah satu cara untuk mengatasi masalah inflasi adalah dengan cara menaikkan suku bunga bank sentral, jelaskan :
  1. Mengapa demikian
  2. Bagaimana dampak, positif dan negatifnya dari kebijakan tersebut.

Soal no 04
Masalah Pengangguran :
  1. Apa yang dimaksud pengangguran
  2. Sebutkan dan terangkan jenis-jenis pengangguran baik berdasarkan penyebabnya maupun ciri-cirinya
  3. Tunjukkan dengan kurva AD-AS bahwa apa kebijakan pemerintah yang harus dilakukan jika jumlah pengangguran cenderung meningkat, dan apa dampak positif dan negatif dari kebijakan pemerintah tersebut.

Soal no 05
Pada sistem perdagangan luar negeri dikenal dengan istilah PROTEKSI, jelaskan :
  1. Apa yang dimaksud proteksi
  2. Apa maksud dan tujuannya
  3. Apa untung ruginya proteksi dimaksud

Soal no 06
Globalisasi :
  1. Apa yang dimaksud dengan Globalisasi
  2. Bagaimana pendapat anda tentang globalisasi, dampak positif dan negatifnya
  3. Apa peluang Indonesia terhadap globalisasi tersebut terhadap sistem perekonomian Indonesia
  4. Menurut anda apa yang harus dilakukan pemerintah dalam mengantisipasi globalisasi tersebut

Soal no 07
Salah satu kebijakan pemerintah dalam kegiatan ekonomi terbuka adalah dengan melakukan DEVALUASI (penurunan nilai valuta), jelaskan :
  1. Apa yang dimaksud Devaluasi tersebut
  2. Bagaimana dampak, positif dan negatifnya dari kebijakan tersebut.

JAWAB

1.       A. Dampak bagi pendapatan nasional
Karena harga naik dari Rp 4.500/liter menjadi Rp 6.500/liter, maka keseimbangan berubah menjadi titik E1, dimana pendapatan riil berubah dari Y0 menjadi Y1 (pendapatan nasional mengalami penurunan).

B. Dampak bagi ekspor san impor
Dengan adanya kenaikan harga BBM, tentu akan menaikkan biaya produksi, kemudian akan menaikkan harga produk, sehingga ekspor berkurang. Hal tersebut menyebabkan peluang impor barang akan bertambah.

C. Dampak bagi investasi. Karena pendapatan berkurang dari Y0 ke Y1, maka investasi akan berkurang.

D. Dampak bagi konsumsi. Sesuai hukum permintaan, apabila harga naik maka permintaan berkurang, jadi konsumsi akan berkurang.

2.       A. Karena pendapatan bertambah dari Y0 menjadi Y1, maka konsumsi akan meningkat.

B. Dalam keadaan deflasi menaikkan uang beredar akan menurunkan suku bunga yang mengakibatkan menurunnya suku bunga, sehingga investasi akan meningkat.

C. Kebijakan yang perlu diambil pemerintah adalah kebijakan moneter kualitatif yang bertujuan untuk mengawasi bentuk-bentuk pinjaman investasi yang dilakukan oleh bank-bank perdagangan.

3.       A. Untuk mengurangi laju inflasi pada suatu negara,pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan moneter, yaitu berupa kebijakan yang berkaitan dengan  pengaturan peredaran uang agar dapat menjamin kestabilan nilai uang atau menurunkan penawaran uang. Perubahan ini akan menaikkan suku bunga. Kebijakan moneter untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat antara lain adalah Politik Diskonto,Bank Sentral dapat menjalankan pengaruhnya atas jumlah uang yang beredar dengan jalan menaikkan atau menurunkan suku bunga (diskonto). Dengan menaikkan suku bunga,maka dapat mengurangi jumlah uang yang beredar,selain itu menyebabkan perusahaan-perusahaan dan penanam modal baru mengurangi kegiatan investasinya,mengurangi keinginan rumah tangga untuk membeli rumah baru dan rumah lama yang masih diangsur harus membayar bayaran bulanan yang lebih tinggi. Berkurangnya keinginan untuk menanam modal dan membeli rumah baru (yang juga merupakan komponen dari pelaburan) akan mengurangi investasi perusahaan.Di samping itu,pembayaran angsuran rumah yang lebih tinggi akan mengurangi pengeluaran konsumen.  Sebaliknya jika suku bunga turun dapat menambah jumlah uang yang beredar. Jadi, politik diskonto adalah kebijakan bank yang berhubungan dengan perubahan tingkat suku bunga.

B. Dampak Positif :
-          Jumlah Uang yang beredar di masyarakat akan berkurang karena orang akan lebih banyak menyimpan uangnya di Bank daripada menjalankan investasi.
-          Bagi orang yang meminjam uang dari bank/Debitur  merasa diuntungkan dengan adanya inflasi karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur,nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam.               
    Dampak Negatif :
-          Kesenjangan Distribusi Pendapatan ( dalam keadaan inflasi nilai harta tetap seperti tanah,rumah, akan mengalami kenaikan harga. Sebaliknya pendapatan riil penduduk berpenghasilan rendah merosot. Dengan demikian maka keinginan untuk membeli nilai harta tetap berkurang)
-          Pembayaran angsuran rumah yang lebih tinggi akan mengurangi pengeluaran konsumen.
-          Kreditur/pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman


4.       A. Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.

B. Pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya :
-          Pengangguran friksional : pengangguran yang sifatnya sementara disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran, pekerja tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan pekerjaan.
-          Pengangguran konjungtural : pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang siklus ekonomi.
-          Pengangguran struktural : pengangguran yang disebabkan perubahan jangka panjang permintaan dan penawaran, atau pengangguran yang disebabkan terjadinya rasionalisasi dalam industri yang modern yang selalu berusaha melakukan penghematan dalam berbagai cara, misalnya dengan menggunakan komputer. Perubahan permintaan dan penawaran tenaga kerja akan menciptakan struktur atau tatanan dalam dunia kerja. Dalam jangka panjang akan terjadi spesialisasi dalam dunia kerja. Pengkhususan seperti ini akan menimbulkan struktur kerja. Apabila para pencari kerja tidak sesuai dengan struktur kerja akan menimbulkan pengangguran.
-          Pengangguran musiman : pengangguran yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun. Bentuk pengangguran terutama terjadi di sektor pertanian dan perikanan. Biasanya pengangguran seperti itu berlaku pada waktu-waktu di mana kegiatan bercocok tanam sedang menurun kesibukannya. Waktu di antara menuai dan masa menanam berikutnya dan periode di antara sesudah menanam bibit dan masa menuai hasilnya adalah masa yang kurang sibuk dalam kegiatan pertanian. Pada periode tersebut banyak di antara para petani dan tenaga kerja di sektor pertanian tidak melakukan suatu pekerjaan. Berarti mereka sedang dalam keadaan menganggur. Jenis pengangguran ini hanya sementara saja, dan berlaku dalam waktu-waktu tertentu.
-          Pengangguran siklus/ siklikal : pengangguran yang disebabkan terjadinya siklus konjungtur Negara yang mengalami resisi/depresi perekonomian yang menyebabkan penghentian atau pemecatan tenaga kerja. Pada saat resisi daya beli masyarakat turun sehingga permintaan barang dan jasa menurun. Apabila permintaan barang dan jasa menurun maka pihak pengusaha akan memperkecil jumlah produknya sehingga banyak tenaga kerja yang dikeluarkan. Permintaan terhadap tenaga kerja tidak ada.
-          Pengangguran teknologi : pengangguran yang disebabkan oleh penggunaan teknologi seperti mesin, alat-alat modern dan otomatis akan menggeser tenaga kerja manusia. Teknologi yang berkembang begitu cepat akan menggeser penggunaan tenaga kerja manusia. Padat karya akan diganti dengan padat modal. Apabila angkatan kerja tiadak bisa mengimbangi kemajuan teknologi maka pengangguran akan muncul. Para pengusaha akan akan menerima pencari kerja yang menguasai teknologi tersebut.

C. Analisis dengan kurva AD-AS. Penawaran agregat dalam perekonomian digambarkan oleh kurva AS yang landai karena dimisalkan terdapat banyak pengangguran dalam perekonomian. Permintaan agregat yang asal adalah AD0 dan titik A menggambarkan keseimbangan yang mula-mula dicapai. Dengan adanya kebijakan moneter pemerintah akan memindahkan pengeluaran agregat dari AD0 menjadi AD1. Permintaan agregat AD1 memotong penawaran AS di titik C, sehingga keseimbangan AD-AS berubah dari titik A ke titik C. Kemudian pendapatan nasional meningkat dari Y0 menjadi Y2 dan tingkat harga meningkat dari P0 menjadi P1. Peningkatan pendapatan nasional akan meningkatkan kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran.

5.       A. Proteksi adalah kebijakan pemerintah untuk melindungi industry dalam negeri yang sedang tumbuh dan melindungi perusahaan baru dari perusahaan perusahaan besar yang dari persaingan yang tidak adil, juga melindungi dari persaingan barang barang impor (mengurangi jumlah barang yang diimpor dari negara negara lain).

B. Maksud dan tujuan :
-          Melindungi industry dalam negeri yang sedang tumbuh
-          Melindungi perusahaan dari persaingan yang tidak adil
-          Untuk mencapai tujuan tertentu yang penting artinya untuk pembangunan negara dan kemakmuran perekonomian negara
-          Memaksimalkan produksi dalam negeri
-          Memperluas lapangan kerja
-          Memelihara tradisional
-          Menghindari resiko yang timbul jika hanya menggantungkan diri pada suatu komoditi andalan
-          Menjaga stabilitas nasional, dan tidak menggantungkan diri pada negara lain

C. Dalam batas tertentu proteksi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi jika terus menerus akan merugikan ekonomi di dalam negeri karena setiap komoditi akan mengalami masa jenuh. Selain itu proteksi yang tinggi dapat menimbulkan mata uang dalam negeri menjadi over-valued.

6.       A. Globalisasi dalam bidang ekonomi : peningkatan dalam saling ketergantungan dalam keadaan dan kegiatan ekonomi di antara berbagai agama di dunia.

B. Dampak negative globalisasi :
-          Menghambat pertumbuhan sector industry manufaktur
-          Memperburuk keadaan neraca pembayaran
     Dampak positif globalisasi :
-          Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
-          Meluaskan pasar untuk hasil produksi dalam negeri

C. Dengan adanya globalisasi, Indonesia dapat meluaskan pasar produksi domestic. Sebagai contoh, perdagangan luar negeri kelapa sawit memberikan dampak yang positif dalam perekonomian Indonesia.

D. Untuk mengantisipasi globalisasi pemerintah perlu melakukan kebijakan dalam perdagangan untuk melindungi produk dalam negeri, serta untuk menjaga kestabilan ekonomi, seperti :
-          Tariff dan pajak impor
-          Kuota pembatasan impor
-          Pembatasan penggunaan valuta asing
-          Selain itu juga memperbanyak ekspor, menjaga kualitas barang barang ekspor

7.       A. Devaluasi (menurunkan nilai mata uang) : langkah pemerintah untuk mengurangi nilai mata uang yang domestic berbanding dengan nilai mata uang asing.

B. Dampak positif :
-          Pendapatna nasional akan bertambah, karena : ekspor naik, impor berkurang yang akan berakibat permintaan produksi domestic meningkat, dengan adanya kenaikan ekspor dan kenaikan permintaan produksi domestic akan mendorong investasi.
    Dampak negatif :

-          Bisa terjadi inflasi, apabila : kenaikan harga barang barang impor akan mendorong terjadinya kenaikan harga barang produksi dalam negeri. Bila devaluasi dilakukan ketika perekonomian mengalami kemakmurang yang tinggi.

Monday, March 25, 2013

Makalah - Ruang Lingkup Makro Ekonomi


EKONOMI PENGANTAR MAKRO
“RUANG LINGKUP MAKRO EKONOMI”
Sebagai Pemenuhan Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pengantar Makro
Dosen Pengampu : Wawan, S.N., M.Si







Disusun Oleh Kelompok 2 :

Siwi Nurul Arifah                   (1201020019)
Siti Sarifah                              (1201020020)
Ina Srimulyani                         (1201020021)
Ratih Sawitri                           (1201020041)
Ratna Sari Purwatiningsih      (1201020050)
Fransisca Sara                         (1201020054)
Widi Lasmono                         (1201020059)
Yuni Listiyani                         (1201020060)


PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG




PEMBAHASAN

Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Makro
Teori atau analisis dasar dalam ilmu ekonomi dibedakan menjadi dua bentuk mikroekonomi dan makroekonomi. Analisis- analisis dalam teori mikroekonomi pada umumnya meliputi bagian- bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Dalam teori mikroekonomi yang dianalisis adalah kegiatan seorang konsumen, suatu perusahaan atau suatu pasar. 

Analisis- analisis dalam teori makroekonomi lebih global atau lebih menyeluruh sifatnya, dalam makroekonomi yang diperhatikan adalah tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan- kegiatan keseluruhan pengusaha dan perubahan- perubahan keseluruhan bagian ekonomi. Secara rinci dapat dijelaskan ruang lingkup dan fokus analisis mikroekonomi lebih menitikberatkan kepada analisis mengenai masalah membuat pilihan untuk :
1.      Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumberdaya ( resources).
2.      Mencapai kepuasan yang maksimal.

Sedangkan analisis- analisis dalam makroekonomi menerangkan tentang :
1.      Bagaimanakah segi permintaaan dan penawaran menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian.
2.      Masalah- masalah utama yang selalu dihadapi perekonomian,
3.      Peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi.

Analisis- analisis teori mikroekonomi bertitik tolak dari pandangan yang menganggap bahwa faktor- faktor sumber- sumber daya yang terbatas, sementara keinginan manusia yang tidak terbatas. Sehingga masyarakat harus membuat pilihan- pilihan yang meliputi dua aspek yaitu:
a.       Dalam kegiatan memproduksi barang dan jasa.
b.      Dalam kegiatan menggunakan barang dan jasa.


Dalam menganalisis teori mikroekonomi terdapat 3 pertanyaan dikemukakan yaitu :
  1. Apakah jenis- jenis barang dan jasa yang harus diproduksi ? 
  2. Bagaimanakah caranya memproduksi berbagai macam barang dan jasa yang dibutuhkan tersebut ? 
  3. Untuk siapakah berbagai barang dan jasa tersebut diproduksi ?

Isu- Isu Utama dalam analisis Makroekonomi
Makroekonomi membahas isu- isu penting yang selalu dihadapi dalam suatu perekonomian. Analisis ini berusaha memberikan jawaban kepada pertanyaan- pertanyaan yang dikemukakan yaitu :
1.      Faktor- faktor apakah yang menentukan tingkat kegiatan suatu perekonomian ?
2.      Mengapa pertumbuhan ekonomi tidak selalu teguh ?
3.      Mengapa kegiatan ekonomi tidak berkembang dengan stabil ?
4.      Mengapa pengangguran dan kenaikan harga- harga selalu berlaku ?


Analisis mengenai penentuan tingkat kegiatan dalam perekonomian perlu dibedakan kepada tiga bentuk abstraksi atau penyederhanaan, yaitu: 
  • Analisis penentuan kegiatan perekonomian yang memisalkan bahwa harga tetap dan suku bunga tetap. 
  • Analisis penetuan kegiatan perekonomian yang memisalkan harga mengalami perubahan.
  •  Analisis penentuan kegiatan perekonomian yang memisalkan harga dan suku bunga mengalami perubahan.

Masalah dan Kebijakan Makroekonomi
Salah satu aspek penting dari ciri kegiatan perekonomian yang menjadi titik tolak analisis dalam teori makroekonomi adalah pandangan bahwa sistem pasar bebas tidak selalu dapat mewujudkan:
1.      penggunaan tenaga kerja penuh.
2.      kestabilan harga- harga.
3.      pertumbuhan ekonomi yang teguh (konsisten).

     Masalah- masalah ini mengakibatkan dampak buruk bagi masyarakat dan harus dihindari atau dapat dikurangi. Aspek- aspek penting yang dapat dipelajari dalam makroekonomi adalah kebijakan fiskal (kebijakan pemerintah dalam perpajakan dan penggunaannya), kebijakan moneter (kebijakan pemerintah dalam mengatur penawaran uang dan suku bunga), dan kebijakan ekonomi terbuka.

Masalah Utama Dalam Perekonomian
Dari uraian secara ringkas di atas diterangkan masalah makroekonomi utama yang selalu dihadapi oleh suatu negara dapat dirincikan sebagai berikut :
1.      Masalah Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai : perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah. Kemampuan yang meningkat ini disebabkan karena faktor- faktor produksi akan selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitasnya. Investasi akan menambah jumlah barang modal, teknologi yang digunakan, tenaga kerja bertambah akibat perkembangan penduduk dan perkembangan tingkat pendidikan.
2.      Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi.
Perekonomian tidak selalu berkembang secara teratur dari satu periode ke periode lainnya, karena selalu mengalami masa naik turun. Pergerakan naik turun kegiatan perusahaan- perusahaan di dalam jangka panjang dinamakan konjungtor atau siklus kegiatan perusahaan. Kemunduran yang serius akan menimbulkan masalah pengangguran, sedangkan perkembangan ekonomi yang terlalu pesat akan menimbulkan kenaikan harga- harga atau inflasi.
Ahli- ahli ekonomi berkeyakinan bahwa dalam suatu perekonomian yang sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar, siklus kegiatan ekonomi sangat labil, siklus kegiatan ekonomi seperti ini dapat menyebabkan akibat buruk kepada perekonomian dan masyarakat.
3.      Masalah pengangguran.
Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.

Faktor utama yang menimbulkan pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agregat. Selain itu terdapat faktor- faktor lain yang menimbulkan pengangguran, antara lain : 
  • Menganggur karena ingin mencari kerja lain yang lebih  baik. 
  • Pengusaha menggunakan peralatan produksi modern yang mengurangi penggunaan tenaga kerja.
  •  Ketidaksesuaian di antara ketrampilan pekerja yang sebenarnya dengan ketrampilan yang diperlukan dalam industri- industri.
Akibat buruk pengangguran
Tingkat pendapatan merupakan faktor penting yang menentukan kemakmuran suatu masyarakat. Pendapatan masyarakat mencapai maksimum apabila tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dapat diwujudkan. Pengangguran mengurangi pendapatan masyarakat sehingga mengurangi tingkat kemakmuran yang mereka capai.
4.      Masalah kenaikan harga- harga (inflasi).
Inflasi dapat didefisikan sebagai suatu proses kenaikan harga- harga yang berlaku dalam perekonomian.
Faktor- faktor penyebab Inflasi : 
  • Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan- perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
  •  Pekerja- pekerja di berbagai kegiatan ekonomi menuntut kenaikan upah.
Akibat buruk Inflasi 
Inflasi menimbulkan beberapa akibat buruk bagi individu masyarakat dan kegiatan perekonomian secara keseluruhan. Inflasi cenderung menurunkan taraf kemakmuran segolongan besar masyarakat. Bila tidak dikendalikan inflasi akan bertambah serius dan cenderung untuk mengurangi investasi yang produktif, mengurangi ekspor dan menaikkan impor. Sehingga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
5.       Masalah neraca perdagangan dan neraca pembayaran.
 Istilah perekonomian terbuka berarti suatu perekonomian dengan menjalankan kegiatan ekspor dan import dengan negara- negara lain. Ketidakseimbangan diantara ekspor dan impor dalam aliran keluar/ masuk modal dapat menimbulkan masalah serius dalam kestabilan suatu perekonomian.


Alat Pengamat Prestasi Kegiatan Ekonomi
Beberapa jenis data makroekonomi dapat digunakan untuk menilai prestasi kegiatan perekonomian pada suatu tahun tertentu dan perubahannya dari suatu periode ke periode lainnya. Alat pengamat prestasi perekonomian atau indikator makroekonomi yang utama adalah:
1.      Pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita.
Pendapatan Nasional adalah istilah yang menerangkan tentang nilai barang dan jasa yang diproduksikan suatu negara dalam suatu tahun tertentu. Produk Nasional Bruto (PNB) produk nasional yang diwujudkan oleh faktor- faktor produksi milik warga negara. Produk Domestik Bruto (PDB) diwujudkan oleh faktor- faktor produksi dalam negeri. PNB dan PDB merupakan ukuran mengenai besarnya kemampuan sesuatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Data produk nasional dapat digunakan untuk menilai prestasi pertumbuhan ekonomi dan bisa untuk menentukan tingkat kemakmuran masyarakat dan perkembangannya.
2.      Penggunaan tenaga kerja dan pengangguran.
Pengangguran dalam suatu negara adalah perbedaan di antara angkatan kerja dengan penggunaan tenaga kerja yang sebenarnya. Angkatan kerja adalah jumlah tenaga kerja yang terdapat dalam suatu perekonomian pada suatu waktu tertentu. Tingkat partisipasi angkatan kerja dapat dihitung menggunakan cara:


                        Jumlah angkatan kerja : jumlah penduduk usia kerja  x 100 %

 
 


3.      Tingkat perubahan harga- harga atau inflasi
Untuk mengukur tingkat inflasi, indeks harga yang selalu digunakan adalah  indeks harga konsumen/ Consumer Price Indek (CPI) yaitu indeks harga dari barang- barang yang selalu digunakan para konsumen.
4.      Kedudukan neraca perdagangan dan neraca pembayaran.
Neraca pembayaran merupakan data yang memberi gambaran tentang lalu lintas perdagangan dan dana dari satu negara ke berbagai negara lain dalam satu tahun tertentu. Dua komponen penting dari neraca pembayaran yang perlu diperhatikan adalah neraca perdagangan dan neraca keseluruhan (overall balance).
5.      Kestabilan nilai mata uang domestik.
Perbandingan antara nilai suatu mata uang asing dengan nilai mata uang domestik disebut kurs valuta asing. Kurs ini akan menunjukkan banyaknya uang dalam negeri yang diperlukan untuk membeli satu unit valuta asing tertentu.

Kebijakan Makroekonomi.
Kebijakan- kebijakan makroekonomi yang akan dilakukan suatu negara tergantung kepada tujuan- tujuan yang ingin dicapai, tujuan- tujuan kebijakan makroekonomi dapat dibedakan kepada lima aspek berikut :
1.      Menstabilkan kegiatan ekonomi
Pengertian kestabilan ekonomi meliputi kewujudan dari 3 hal berikut ini :
Ø  Tingkat penggunaan tenaga kerja adalah tinggi.
Ø  Tingkat harga- harga tidak menunjukkan perubahan yang berarti.
Ø  Terdapat keseimbangan di antara ekspor dan impor dan lalu lintas modal dari atau ke luar negeri.
Tujuan menstabilkan ekonomi berarti pula keinginan untuk menghindari fluktuasi yang tajam dalam kegiatan ekonomi dari waktu ke waktu.
2.      Mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja (kesempatan kerja) penuh tanpa inflasi.
3.      Menghindari masalah inflasi.
4.      Menciptakan pertumbuhan yang teguh.
Ada 2 alasan yang menyebabkan suatu negara harus berusaha mencapai pertumbuhan ekonomi yang teguh dalam jangka panjang, yaitu:
·         Untuk menyediakan kesempatan kerja kepada tenaga kerja yang selalu bertambah.
·         Untuk menaikkan tingkat kemakmuran masyarakat.
5.      Mewujudkan kekukuhan neraca pembayaran dan kurs valuta asing.
Bentuk Kebijakan Makroekonomi
  1. Kebijakan Fiskal, meliputi langkah- langkah pemerintah membuat perubahan dalam bidang perpajakan dan pengeluran pemerintah dengan maksud mempengaruhi pengeluran agregat dalam perekonomian.
  2. Kebijakan Moneter, meliputi langkah- langkah pemerintah yang dilaksanakan oleh Bank Sentral (BI) untuk mempengaruhi (mengubah) penawaran uang dalam perekonomian atau menbuah suku bunga, dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluran agregat.
  3. Kebijakan segi penawaran, salah satunya adalah kebijakan pendapatan (income policy) yaitu langkah pemerintah yang bertujuan mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan pekerja.




REFERENSI
 
Sukirno, Sadono. 2002. Pengantar Teori Makroekonomi. Edisi Ketiga. Jakarta: Raja Grafindo Persada.